Jumat, 30 Maret 2012
Dua Jalan dalam Kehidupan
Maka, kedua orang pria tadi pun memulai perjalanan secara bersama-sama di pagi hari. Lama kelamaan, pria pertama menjadi semakin tidak sabar karena susahnya medan yang ditempuh.
Pria pertama memutuskan untuk secepat mungkin sampai ke lembah. Ia tak peduli semak belukar atau tanaman-tanaman tajam yang harus ia hadapi. Ia terus saja menerjang, meskipun semua badannya menjadi sakit.
Ia pun berlari secepat mungkin, sehingga temannya tertinggal. Setelah perjuangannya menembus hutan, ia pun akhirnya sampai di lembah tujuannya, meski sekujur tubuhnya sakit. Orang-orang di sekitar lembah pun memutuskan untuk menolong dan merawatnya.
Ketika pria pertama tadi sudah sampai di lembah, pria kedua masih berada di belakang.
Apa yang dilakukannya? Ternyata ia menggunakan kampak untuk memotong semak belukar dan tanaman yang mengganggu di sepanjang jalannya menuju lembah. Meskipun butuh waktu lebih lama, ia memilih untuk mempermudah jalan untuk dirinya sendiri sekaligus bagi orang lain yang nantinya ingin menuju ke lembah.
Hari demi hari ia lewati, dan akhirnya ia sampai ke lembah yang dimaksud. Sesampainya di sana, ia pun bertemu temannya yang masih terbaring sakit.
Keesokan harinya, pria yang membuat jalan di hutan tadi kemudian langsung bisa bekerja bersama penduduk di sana, sementara temannya masih tak bisa berbuat apa-apa.
Dan setelah itu, banyak orang mulai berdatangan ke lembah yang indah tersebut melewati jalan yang telah dibuat oleh pria kedua tadi.
Dari cerita ini, J.S. Adams menekankan bahwa ada dua jalan mengarungi kehidupan. Pertama seperti yang dilakukan pria pertama tadi yang hanya memikirkan diri sendiri untuk sampai ke tujuan dan kemudian perjalanannya berakhir, atau seperti pria kedua yang mau membuka jalan untuk orang lain, sehingga mereka mendapat berkah dan manfaat dari apa yang telah ia lakukan.
Siapa Bilang MEMBERI Lebih Baik Daripada MENERIMA ?
Harv mengatakan di bab "Wealth File #10" bahwa orang kaya adalah penerima yang bagus, dan orang miskin adalah penerima yang buruk. Memang saya setuju dengan pernyataan tersebut.
Idenya adalah bahwa orang kaya percaya bahwa diri mereka berharga (worthy) dan berhak menerima kekayaan, sementara orang miskin takut dan merasa tidak berharga (unworthy) sehingga mereka tidak berhak menerima kekayaan.
Contohnya, orang miskin ketika dipuji secara tulus mereka justru merasa tidak layak. Mereka juga tidak berani mematok harga tinggi untuk apa yang mereka berikan, bahkan jika apa yang mereka lakukan memang layak diberi harga mahal.
Tapi, lebih lanjut Harv mengatakan bahwa pernyataan "memberi lebih baik daripada menerima" adalah pernyataan yang salah yang diciptakan oleh mereka yang ingin agar orang lain yang lebih banyak memberi dan mereka yang menerima.
Tentu saja saya tidak setuju.
Saya lebih setuju dengan Jim Rohn. Ia mengatakan bahwa "memberi lebih baik daripada menerima karena memberi akan memulai proses menerima."
Lebih baik bukan berarti bahwa yang satu bisa ada tanpa yang lain. Dua-duanya, memberi dan menerima, sama-sama baik. Tapi menurut saya kita tidak bisa menerima jika kita tidak memberi.
Memang bisa saja pengemis terus menerima uang meski mereka tidak pernah memberi apapun, tapi seperti kata Anzia Yezierka (penulis dari Polandia), kemiskinan bisa diibaratkan sebagai sebuah kantung yang berlubang. Meski terus menerima, uang tersebut akan jatuh di tengah jalan.
"Giving is better than receiving because giving starts the receiving process." - Jim Rohn
Selasa, 13 Maret 2012
SELALU UNTUK SELAMANYA
menatap di matamu
apakah kau ragu padaku
kini aku ragu padamu
adakah cinta yang tulus kepadaku
adakah cinta yang tak pernah berakhir
adakah cinta yang tulus kepadaku
adakah cinta yang tak pernah berakhir
selalu untuk selamanya
termenung dikeningmu
basah dimatamu
apakah itulah caramu
untuk membuktikan cintamu
sesungguhnya dirimu dihatiku
dan diriku dihatimu
walau ada ragu yang membara
ragu yang harus kau jawab
BELANJA & JODOH
Do you guys know what the beauty of shopping is? For me, it’s not about owning the things. It’s the joyous feeling saat tiba-tiba menemukan barang dengan model yang pas, ukuran yang pas, harga yang pas, di tempat yang pas, dan di waktu yang pas pula.
Shopping itu sebenarnya membutuhkan kejelian yang tinggi. Saat lagi hunting barang, terkadang kita tidak menemukan barang yang bagus atau yang kita inginkan hanya karena mata kita yang “kurang melihat” – ternyata barang tersebut berada di suatu sudut mana yang terlewat atau bertumpukan bersama barang-barang lain. Atau, mungkin juga karena kita yang kurang pintar memilih toko. Misalnya, toko A sebenarnya punya barang-barang bagus cuma kita tidak tergerak untuk masuk karena melihat tampilan luarnya saja atau karena sudah anti duluan dengan brand nya, sehingga akhirnya barang bagus itu pun remain undiscovered.
Selain kejelian, shopping itu juga membutuhkan luck yang besar. Contohnya, setelah kita sudah mendapat barang yang inginkan, tidak jarang tiba-tiba ternyata ukurannya gak ada. Atau saat model dan ukurannya sudah pas, kemudian lihat harganya… *nelen ludah dulu* kok mahal ya? Tidak cocok sama kantong dan akhirnya gagal beli. Nye-sek.
Waktu pun merupakan faktor yang sangat penting dalam berbelanja. Telat beberapa menit saja, barang yang seharusnya bisa jadi milik kita mungkin lenyap ke tangan orang lain. Saya sering sekali mengalami hal ini, hanya karena kebanyakan mikir sebelum membeli barang. Lucunya juga, saya pernah gagal – lagi-lagi karena kebanyakan mikir – sehingga saat akhirnya saya memutuskan untuk membeli barang tersebut dan walaupun kali ini barangnya masih ada, mbak penjualnya pun keburu ngomong “I’m sorry, we’re closing now.” FAIL.
Kalau dipikir-pikir, shopping itu sebenarnya seperti mencari jodoh. Butuh kejelian dan juga keberuntungan. Kalau semua pas, then it’s all yours. Kalau tidak, ya berarti bukan takdir. Jadi bagi yang lagi siap-siap mau belanja, cobalah berdoa minta diberi petunjuk demi kelancaran berbelanja layaknya minta diberi kelancaran jodoh. :p
Sabtu, 04 Desember 2010
AKU YANG AKAN PERGI
Sabtu, 25 September 2010
It has to Be You
Today, i wander in my memory
I’m pasing around on the end of this way
You’re still holding me tightly, even though i can’t see you any more
I’m losing my way again
I’m praying to the sky i want see you and hold you more
that i want to see you and hold you more
It can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you
i cannot send you away one more time
i can’t live without you
it can’t be if it’s not you
i can’t be without you
it’s okay if i’m hurt for a day and a year like this
it’s fine even if my heart’s hurts
yes because i’m just in love with you
my bruised heart
is screaming to me to find you
where are you?
can’t you hear my voice?
to me…
if i live my life again
if i’m born over and over again
i can’t live without you for a day
You’re the one i will keep
you’re the one i will love
i’m…yes because i’m happy enough if i could be with you
Sabtu, 07 Agustus 2010
My Heart Broken
i've been living my alone
trying to get you out of my life
but after all this time
i can't help myself but miss you
you're once a dream that came true
an illusion that turned to reality
but suddenly, things turned differently
the way they used to be
untill such time i have no choice but to let you go
you're the reason for my sleepless nights
coz you keep stayin' on my mind
i can't help myself from crying
coz i'm missing you so much........
all the pain & sadness are bound inside my heart
all the memories are still preserve in my mind
i miss you so much
coz i can't hide the fact that i'm still inlove with you
my life will never be the same again
now that you're gone
i'll be trapped in this loneliness forever
unless a girl like you will bloom into my life again....




